Perjuangan Seorang Ibu

Beberapa tahun lalu kita hadir di dunia. Tangisan kita dinanti oleh orang yang sangat istimewa. Beliau puas bisa mengantarkan kita kedunia dengan selamat. Ibu itulah sesorang yang istimewa di dunia ini. Sejak dalam kandungan pun Ibu telah menjaga kita apalagi setelah melihat kita di dunia. Dengan penantian dan harapan seorang Ibu yang menginginkan anaknya lahir dengan selamat di dunia ini, beliau rela mengorbankan nyawanya. Ibu itulah kata pertama yang terlontar dari mulut kita. Seiring berjalannya waktu banyak pula hal dapat kita lakukanitupun tak terlepas dari peran seorang Ibu. Banyak hal yang dilakukan untuk melihat anak nya tumbuh besar dan berkembang dan dengan harapan si anak menjadi anak yang berbakti.

Ingat kah dikala kita makan, dengan lauk yang kita senangi dan ibu memberikannya kepada kita agar kita dapat menikmatinya dengan lahap dan dapat berkembang dengan baik walaupun si ibu sebenarnya kelaparan dan belum makan dan Ibu mengatakan: “Ibu tidak lapar anak ku, ini buat kamu saja.”

Ingatkah juga ketika kita meminta sesuatu yang kita inginkan dan ibu memberikannya? Ibu memberikannya dengan pengorbanan yang sangat keras hanya untuk membahagiakan kita, dan kita tidak tahu akan hal itu yang kita tahu hanya kita mendapatkan sesuatu yang kita inginkan.

Ingatkah juga ketika kita tidur? kita terlelap di pangkuannya, ketika kita menangis di tengah malam? Ibu tidak mengeluh dan berusaha agar kita masih terjaga dalam tidur dan memberikan selimut beliau kepada kita walaupun beliau kedinginan.

Memang kasih ibu sepanjang jalan yang terus diberikan entah sampai kapan kita tidak tau adanya.

Mungkin itu hanya sedikit bukti yang bisa saya ungkapkan. Sekarang apakah yang sudah kita lakukan oleh orang tua kita? khususnya Ibu kita? yang menjaga kita dalam kandungannya, melahirkan kita dengan taruhan nyawa, merelakan dirinya hanya untuk melihat kita bisa tersenyum.

Ingatkah kita saat makan sesuatu dengan lahap nya dan ibu kita memberikan bagian nya untuk kita dan ibu kita mengatakan:”aku tidak lapar nak, buat kamu saja.” sebenarnya ibu kita menahan lapar pada saat itu.

Ingatkah kita saat kita menginginkan sesuatu dan demi hal itu ibu kita bekerja keras agar dapat memberikannya pada kita. walaupun sebenarnya ibu kita membutuhkan hal yang lain.

Ingatkah kita saat terbangun dalam tengahnya malam dan tertidur di pangkuan ibu? ibu kita ikut terbangun dan berusaha untuk membuat kita tertidur kembali dan merelakan selimutnya agar kita terjaga dalam tidur kita walaupun sebenarnya ibu kita kedinginan.

Memang kasih ibu sepanjang jalan yang memang tiada berujung kasih sayangnya pada anaknya. Apa yang sudah kita lakukan sampai saat ini untuk orang tua kita? khususnya ibu kita. Ibu kita yang telah berkorban hingga kita menjadi seperti ini. Sekarang mari kita lihat wajah ibu kita disaat beliau tertidur, begitu manisnya dan lembutnya. Bayangkan jika wajah itu nantinya tidak bersama kita, dari sekarang lakukan lah hal yang anda dapat lakukan untuk membahagiakannya. Bukan besok, lusa, bulan depan, tahun depan, tapi sekarang. Jangan jauh dari keluarga karena dengan dekatnya dengan keluarga maka akan dimudahkan juga jalan untuk kita. Ibu tanpa mu aku tidak bisa seperti saat ini. Aku sangat menyanyangi mu ibu. Semoga Allah menjaga mu seperti engkau menyanyangi ku sejak aku masih kecil.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s