TENUN KLASIK DENGAN PEWARNAAN ALAMI

Batik sekarang tidak asing lagi bagi semua kalangan, dari batik tulis maupun cap. Batik saat ini tidak hanya dipakai oleh orang kraton akan tetapi batik saat ini merambah ke semua kalangan. Berbagai macam batik mulai bermunculan terlebih lagi batik modern. Bahan untuk pewarnaan pun beragam, baik dari kimia maupun alami digunakan untuk memperindah tampilan batik. Semua pewarnaan pasti memiliki efek samping. Bisa kita rasakan bahwa efek samping untuk bahan-bahan yang berasal dari alam sangatlah kecil dibanding dengan pewarnaan kimia.
Mengapa pewarnaan alami dilakukan?

  1. Indonesia tanahnya subur dan memiliki hutan yang sangat luas yang tersebar diseluruh nusantara.
  2. Tumbuh-tumbuhan dapat diperbaharui dengan cara dibudidayakan.
  3. Ramah lingkungan dan bebas dari pencemaran lingkungan.
  4. Jenis tumbuh-tumbuhan yang mengandung zat warna alam di Indonesia menurut dari hasil penelitian para ahli banyak tumbuh di seliruh pelosok nusantara.

Zat warna telah digunakan sejak dahulu kala untuk mewarnai makanan, pakaian, bahkan nenek moyang kita telah menggunakan warna alami. Kini dengan berkembangnya ilmu kimia kemudian muncul zat warna sintetis yang mudah dibuat, murah dan warna lebih menarik. Sedangkan warna alami cenderung warna kusam dan tidak cerah, proses pengerjaan yang tidak mudah serta harga pruduk dari warna alami yang terkesan mahal, sehingga pewarnaan alami hampir kita lupakan dan hampir punah/hilang.

Pada era pasar bebas saat ini issu yang berkembang adalah back to nature/kembali kealam artinya suatu produk yang berasal dari bahan alami akan diminati para konsumen, maka alangkah baiknya kalau kita kembali menggunakan bahan pewarnaan alami yang berasal dari tumbuhan dengan pertimbangan sumber daya alam yang mudah didapat serta untuk menjaga pelestarian lingkungan dapat dilakukan budidaya yang berkelanjutan.

Yayasan Gita Pertiwi yang concern dalam bidang lingkungan dan pemberdayaan mencoba melestarikan kembali produk klasik kain tenun lurik Alat Tenun Bukan Mesin (ATBM) yang menjadi usaha masyarakat wilayah Cawas, Klaten, dengan proses pewarnaan alami. Hal ini dilakukan unruk mendoronf produk tenun klasik yang memanfaatkan sumber daya alam dan tumbuhan lokal yang ramah lingkungan.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s